Senin, 10 Rajab 1434 / 20 Mei 2013
find us on : 
  Login |  Register

Talk Show Hijabers: Jangan Takut Nikah Muda

Kamis, 11 Agustus 2011, 12:02 WIB
Komentar : 0
Hijabres Community dari (kiri ke kanan) Dian Pelangi, Ghaidah Tsuraya, dan Fitri Aulia
Hijabres Community dari (kiri ke kanan) Dian Pelangi, Ghaidah Tsuraya, dan Fitri Aulia

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sabtu (6/8) selasar Masjid At -Tin dipenuhi perempuan-perempuan muda cantik. Fenomena itu menjadi menarik karena seluruh perempuan muda itu mengenakan jilbab warna-warni nan modis.

Suasana itu menjadi perhatian para jamaah sholat ashar, yang tadinya hanya akan menunaikan ibadah sholat, usai sholat mereka menyempatkan mampir di sekitar panggung yang bertajuk Republika Ramadhan Fair 1432 H.

Lantas ada apa dengan para wanita itu? Ternyata Republika sedang menggelar acara Bincang-Bincang dengan Hijabers Community, yaitu komunitas para pengguna hijab.

Ada tiga narasumber dalam talkshow yang bertemakan "Nikah Muda" ini, yakni Dian Pelangi yang tak lain adalah perancang busana Muslim yang sudah tak asing lagi, Ghaida Tsurayya, dan Fitri Aulia keduanya adalah anggota komunitas hijaber.

Sesuai dengan temanya, ternyata ketiga narasumber acara bincang-bincang itu semuanya menikah dalam usia muda. "Saya menikah di Januari tahun ini, di usia 20 tahun," ujar Dian Pelangi mengawali perbincangannya, disusul riuh tawa hadirin.

Desainer busana muslim yang mengaku bertemu calon suaminya dalam acara ESQ ini merasa tidak ada masalah dengan menikah diusia dini, itu lebih baik dari pada pacaran tambahnya.

Dua narasumber lainnya, Ghaida Tsurayya dan Fitri Aulia, juga memiliki pengalaman yang tak jauh beda. Keduanya menikah di usia 18 tahun, ketika mereka masih kuliah.

Talkshow yang dihadiri ratusan wanita muda ini menepis berbagai alasan takut nikah pada usia muda. Diantaranya belum merasa cukup secara materi, kedua belum ingin melepaskan kesendirian, masih senang bersama teman-teman, dan yang terkahir belum diberi jodoh.

Redaktur : Slamet Riyanto
10.375 reads
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Program Pertukaran Pelajar SMA dan Pesantren di AS
Dua belas siswa SMA dan Pesantren dari Serang dan Bekasi terpilih untuk berlatih basket di Amerika. Mereka mengikuti program pertukaran budaya ...